Sebanyak16 warga Kepulauan Seribu mengikuti pelatihan Las Bawah Air yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi (Disnakertrans) Provinsi DKI Jakarta, di Gedung Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan Las (PPKKPL), Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (19/07/2022). Pusatpelatihan harus disertifikasi sebelum dapat menawarkan suatu sertifikasi; akuntansi, assesor, fasilitator, psikolog, tukang las bawah laut, apoteker, pengemudi, pedagang efek, dll. dll. KEP.190/MEN/VIII/2005 Sektor Perikanan Sub Sektor Budidaya Ikan Air Payau; Kelompokini mencakup kegiatan pelatihan kerja yang bertujuan untuk menambah keterampilan/keahlian dalam bidang mesin produksi, instalasi pipa, kerja pelat, pengecoran logam, CNC, las industri, las SMAW, lasGMAW, las GTAW, las FCAW, las OAW, las fabrikasi, las bawah air, teknik kendaraan ringan, perbaikan body kendaraan ringan, teknik sepeda motor, mekanik motor tempel, teknik alat berat SelamatDatang di Dunia Bawah Air. Kepulauan Seribu, 1 September 2020. Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu, menyelenggarakan Pelatihan Selam Bagi Kelompok Pemandu dan Petugas, pada tanggal 25 s.d. 27 Agustus 2020 di Pulau Pramuka. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan SDM pemandu dan petugas khususnya keterampilan selam. KODEBARANG Free ebook download as Excel Spreadsheet (.xls), PDF File (.pdf), Text File (.txt) or read book online for free. Meskipembangunan kolam pelatihan las bawah air kini sudah rampung, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta belum membuka pelatihan. Kamis, 4 Agustus 2022 Cari Kedepan BLK yang memiliki program berbasis Maritim, juga akan dikembangkan kejuruan Pengelasan Bawah Air, ini. "BLK Belitung mempunyai visi sebagai pusat pengembangan program-program Ketenaga kerjaan dengan meng-implementasikan sistem pelatihan modern yng berwawasan lingkungan," ungkap Menaker Ida Fauziyah, saat berkunjung ke BLK Belitung 6639Pelatihan Jumlah 8 8 533.311.60 8 586.642.70 8 645.307.00 8 709.837.70 8 780.821.500 40 UPT DKI Orang Keterampila tenaga 0 0 0 0 00 Jakarta n Kerja kerja yang Kejuruan dilatih Las Bawah dalam Air bidang Las Bawah Air Sebanyak16 peserta mengikuti pelatihan kerja las bawah air di Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan Las (PPKPL) Condet, 19/07/2022 13:04 WIB 16 Posyandu di RW 05 Cilangkap Dibarengi Layanan Vaksin COVID 19 SCUBAmerupakan singkatan dari Self-Contained Underwater Breathing Appartus atau perangkat bernapas bawah air yang berdiri sendiri. Ada banyak sekolah underwater welding di Indonesia salah satunya ialah SLV dengan biaya Rp. 65.000.000 untuk 1,5 bulan dan akan memperoleh sertifikat BNSP. Risiko Tukang Las Bawah Laut SoAM. Jakarta ANTARA - Sebanyak 16 warga Kepulauan Seribu mengikuti pelatihan las bawah air yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta di Gedung Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan Las PPKKPL, Kramat Jati, Jakarta Timur. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Disnakertrans-e DKI Jakarta, Andri Yansyah, Selasa, mengatakan, pelatihan las bawah air itu dilakukan mulai 18 Juli hingga 21 Agustus mendatang. Para peserta mendapat materi praktik pengelasan dan teori penyelaman serta praktik langsung di kolam renang Rindam Jaya. "Diharapkan melalui pelatihan ini mudah-mudahan warga yang telah mengikuti, bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih layak di kemudian hari," ujar Andri. Andri menambahkan, tujuan pelatihan itu untuk meningkatkan keterampilan warga DKI Jakarta khususnya di bidang pengelasan, mengingat keahlian bidang pengelasan merupakan bidang yang banyak dibutuhkan pada lapangan pekerjaan. Baca juga Pertamina temukan cadangan minyak dan gas bumi di Kepulauan Seribu Baca juga Pertamina bayar kompensasi tumpahan minyak di Kepulauan Seribu Bupati Kepulauan Seribu Junaedi berharap setelah pelatihan itu, peserta dapat memberikan kemampuannya pada pengeboran minyak lepas pantai yang dikelola Badan Usaha Milik Negara BUMN, PT Pertamina Persero. Keahlian ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk melamar pekerjaan di pemerintahan maupun swasta. "Saya yakin banyak yang membutuhkan tenaga las bawah air terutama di Kepulauan Seribu, yang potensinya adalah lautan, salah satunya pengeboran minyak lepas pantai yang dikelola oleh Pertamina," kata nya. Menanggapi itu, Anggota DPRD DKI Jakarta, Muhammad Idris mengatakan, ke depan memerlukan lebih banyak lagi pelatihan-pelatihan kepada masyarakat Kepulauan Seribu sehingga tidak sulit untuk mendapat Abdu FaisalEditor Sri Muryono COPYRIGHT © ANTARA 2022 JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Pemkab Kepulauan Seribu menyatakan sudah mempunyai 30 teknisi di bidang pengelasan bawah air. Mereka merupakan hasil didikan Pemerintah Provinsi Pemprov DKI yang mengikuti pelatihan las bawah air di Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan Las PPKKPL atau Balai Latihan Kerja BLK Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur. Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Kabupaten Kepulauan Seribu, Hermawan menjelaskan, sebanya 30 orang tersebut sudah lulus menjalani pelatihan di BLK Condet. Sehingga, hal itu sesuai harapan dan keinginan Presiden Joko Widodo Jokowi yang sempat menyampaikan harapan agar warga lokal memiliki kemampuan pengelasan bawah air."Yang telah mengikuti pelatihan sebanyak 30 orang untuk data peserta, ada di PPKKPPL Condet 14 orang mulai 22 Agustus hingga 22 September 2022 dan 16 orang mulai 18 Juli hingga 21 Agustus," ucap Hermawan saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Jumat 21/10/2022.Teknisi las dari Kepulauan Seribu awalnya memang merupakan pencari kerja dan pemuda yang masuk kategori usia angkatan kerja. Selama pelatihan, peserta dibekali materi yang mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia SKKNI. Peserta juga mendapat materi praktik menyelam selama delapan hari, kemudian dilatih mengelas di bawah air selama 20 hari. Para peserta yang lulus mengikuti pelatihan akan mendapat dua sertifikat, yakni sertifikat pelatihan PPKKPL dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi BNSP.Ke depan, Hermawan berharap, pihaknya lebih banyak kesempatan mengikutsertakan para pekerja di wilayah Kepulauan Seribu mengikuti pelatihan pada sektor ini, agar mampu menjawab permintaan khusus yang disampaikan Presiden Jokowi agar Indonesia segera menambah tenaga terampil pengelasan bawah air. Apalagi, di wilayah Kepulauan Seribu, ada banyak perusahaan yang bergerak di bidang pengeboran. Jokowi pernah meminta Kementerian Ketenagakerjaan Kemenaker menggenjot keluaran output tenaga kerja las bawah laut berkualitas melalui pelatihan kerja. "Yang sering kita kurang adalah keterampilan mengelas di bawah laut," kata Jokowi saat melepas PMI G to G Korea Selatan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin 17/10/2022.Saat mengenang menjadi wali kota Surakarta, Jokowi mengaku, hanya berhasil menyiapkan keluaran 30 orang pekerja las bawah laut per tahun melalui pelatihan kerja yang digelar di Kota Solo. "Saya waktu Wali Kota Solo menyiapkan Clinic Center-nya, setiap tahun hanya bisa keluar 30 orang. Padahal ini permintaan saja hingga per tahun," kata mengatakan permintaan sebesar itu seharusnya diambil oleh para pekerja Indonesia. Apalagi gaji tenaga kerja las bawah laut cukup tinggi, mencapai Rp36 juta."Ini tugas sekali lagi mungkin untuk Kemenaker menyiapkan betul-betul pekerja, menyediakan para pekerja dengan keterampilan tinggi ini harus disiapkan," kata Ketenagakerjaan Ida Fauziyah pada kesempatan yang sama turut merespons permintaan presiden dengan mengarahkan Balai Latihan Kerja BLK untuk memberikan pelatihan lebih banyak kepada tenaga pengelasan bawah air."Karena itu memang kompetensi khusus ya. Kalau kompetensi welder atau las pada umumnya itu kami ada di hampir semua BLK, tapi khusus untuk las di bawah laut, ada sebagian seperti kami siapkan di BLK Bangka Belitung," kata mengatakan untuk merespons permintaan Presiden Joko Widodo, pihaknya akan menambah lebih banyak kesempatan bagi pekerja dan angkatan kerja di Indonesia mengikuti pelatihan las bawah air ini."Kalau dari kami, pelatihan itu tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di luar negeri, tapi kebutuhan pekerja di dalam negeri juga kami siapkan," tutup Menteri Ketenagakerjaan RI. itu memang kompetensi khususJakarta ANTARA - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu menyatakan sudah mempunyai 30 teknisi di bidang pengelasan bawah air sesuai harapan dan keinginan Presiden Joko Widodo. Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Kepulauan Seribu Hermawan menjelaskan 30 orang tersebut mengikuti pelatihan las bawah air di Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan Las PPKKPL atau Balai Latihan Kerja BLK Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur. "Yang telah mengikuti pelatihan sebanyak 30 orang untuk data peserta, ada di PPKKPPL Condet 14 orang mulai 22 Agustus hingga 22 September 2022 dan 16 orang mulai 18 Juli hingga 21 Agustus," ucap Hermawan saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Jumat. Teknisi las dari Kepulauan Seribu awalnya memang merupakan pencari kerja dan pemuda yang masuk kategori usia angkatan kerja. Selama pelatihan, peserta dibekali materi yang mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia SKKNI. Peserta juga mendapat materi praktik menyelam selama delapan hari, kemudian dilatih mengelas di bawah air selama 20 hari. Para peserta yang lulus mengikuti pelatihan akan mendapat dua sertifikat, yakni sertifikat pelatihan PPKKPL dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi BNSP. Ke depan, Hermawan berharap pihaknya lebih banyak kesempatan mengikutsertakan para pekerja di wilayah Kepulauan Seribu mengikuti pelatihan pada sektor ini, agar mampu menjawab permintaan khusus yang disampaikan Presiden Joko Widodo agar Indonesia segera menambah tenaga terampil pengelasan bawah air yang saat ini jumlahnya masih kurang banyak. Apalagi di wilayah Kepulauan Seribu sendiri, ada banyak perusahaan yang bergerak di bidang pengeboran. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo Jokowi meminta Kementerian Ketenagakerjaan Kemenaker menggenjot keluaran output tenaga kerja las bawah laut berkualitas melalui pelatihan kerja. "Yang sering kita kurang adalah keterampilan mengelas di bawah laut," kata Jokowi saat melepas PMI G to G Korea Selatan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin 17/10. Jokowi mengenang waktu menjadi Wali Kota Surakarta, dia hanya berhasil menyiapkan keluaran 30 orang pekerja las bawah laut per tahun melalui pelatihan kerja yang digelar di Surakarta. "Saya waktu Wali Kota Solo menyiapkan Clinic Center-nya, setiap tahun hanya bisa keluar 30 orang. Padahal ini permintaan saja hingga per tahun," kata Jokowi. Jokowi mengatakan permintaan sebesar itu seharusnya diambil oleh para pekerja Indonesia. Apalagi gaji tenaga kerja las bawah laut cukup tinggi, mencapai Rp36 juta. "Ini tugas sekali lagi mungkin untuk Kemenaker menyiapkan betul-betul pekerja, menyediakan para pekerja dengan keterampilan tinggi ini harus disiapkan," kata Jokowi. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah pada kesempatan yang sama turut merespons permintaan presiden dengan mengarahkan Balai Latihan Kerja BLK untuk memberikan pelatihan lebih banyak kepada tenaga pengelasan bawah air. "Karena itu memang kompetensi khusus ya. Kalau kompetensi welder atau las pada umumnya itu kami ada di hampir semua BLK, tapi khusus untuk las di bawah laut, ada sebagian seperti kami siapkan di BLK Bangka Belitung," kata Ida. Ida mengatakan untuk merespons permintaan Presiden Joko Widodo, pihaknya akan menambah lebih banyak kesempatan bagi pekerja dan angkatan kerja di Indonesia mengikuti pelatihan las bawah air ini. "Kalau dari kami, pelatihan itu tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di luar negeri, tapi kebutuhan pekerja di dalam negeri juga kami siapkan," tutup Menteri Ketenagakerjaan RI. Baca juga Kepulauan Seribu ajak pemuda memajukan daerah Baca juga Pemkab Seribu libatkan digital nomad bekerja di Untung Jawa dan Onrust Baca juga PMI Kepulauan Seribu bantu warga korban kebakaran di Pulau LancangPewarta Abdu FaisalEditor Ganet Dirgantara COPYRIGHT © ANTARA 2022